PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando menyampaikan kilas balik kondisi perekonomian provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini selama 2020.

"Kilas balik tahun lalu perekonomian dunia, nasional dan regional Provinsi Kalimantan Tengah terpukul oleh pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19 yang diketahui pertama kali pada akhir Desember 2019 di Tiongkok," katanya, Senin, 11 Januari 2021.

Ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah, lanjut Rihando, juga mengalami pukulan akibat wabah ini. Hal ini dirasakan dengan perekonomian Kalteng yang sempat tumbuh pada triwulan I 2020, terkontraksi pada dua triwulan berikutnya.

"Kontraksi terjadi masing-masing -3,15 persen (yoy) pada triwulan II 2020 dan -3,12 persen (yoy) pada triwulan III 2020," tambahnya.

Namun demikian potensi pemulihan ekonomi daerah secara gradual mulai terlihat sejak berakhirnya triwulan III 2020.

--page

"Meski secara agregat ekonomi daerah pada 2020 belum sepenuhnya normal seperti kondisi sebelum pandemi, tetapi sudah tampak pemulihan ekonomi pada akhir triwulan II 2020 lalu. Ini perlu kita syukuri," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)