BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kementerian Agama atau Kemenag Barsel, Zaidin mengatakan, ada 3 opsi pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2021 atau 1442 Hijriah. Opsi tersebut juga berdasarkan kebijakan pemerintah pusat melalui Kemenag RI.  

Opsi pertama, lanjut dia, apabila kondisi COVID-19 tuntas atau sudah hilang akan diberangkatkan full sesuai kouta Barito Selatan. Kemudian opsi kedua, apabila kondisi COVID-19 masih berlanjut tetapi kondisi memungkinkan untuk diberangkatkan CJH, maka hanya 50% dari kouta yang diberangkatkan.

“Dari 50% ini apakah nanti semuanya CJH lansia atau gabungan. Ini nanti tergantung keputusan dan hasil kesepakatan,” kata Zaidin kepada Borneonews, Senin, 11 Januari 2021.

Selanjutnya, opsi ketiga, jika kondisi COVID-19 tidak ada perubahan maka tidak diberangkatkan para CJH.

“Itu merupakan 3 opsi yang di skenario oleh Kementeraian Agama RI, sambil menunggu pengumaman resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” jelas dia.

--page

Ia menambahkan, untuk jumlah CJH yang tercatat berangkat pada tahun 2021 ini sebanyak 131 orang. Jumlah tersebut termasuk para cadangan. (URIUTU DJAPER/B-7)