BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Posko angkutan laut Natal 2020 dan tahun baru 2021 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah resmi ditutup. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian, yaitu pemberlakuan rapid antigen dalam melakukan perjalanan dengan masa berlaku yang singkat yaitu 3 hari.
Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar, Hendry Purnama mengatakan, pantauan Posko Nataru tahun ini, masa berlakunya rapid antigen menjadi keluhan bagi para operator logistik, seperti sopir dan kernet truk logistik.
"Dengan adanya perlakuan pembatasan orang dengan persyaratan yang masa berlakunya lebih pendek, itu sangat menyulitkan bagi angkutan logistik. Dari mulai naik dan mendistribusikan itukan memakan waktu, saat akan naik lagi masa berlaku rapidnya sudah habis dan mereka harus rapid lagi," kata Hendry, saat ditemui di Kantor KSOP Kumai, Selasa, 12 Januari 2021.
Tentunya, lanjut Hendry, diharapkan kedepan ada kebijakan khusus untuk logistik, dengan memberikan sedikit kelonggaran masa tenggang rapid test antigen. Sebab, dikhawatirkan hal tersebut akan menjadi masalah baru dikemudian hari, karena pekerjaan mereka itu keluar masuk antar-provinsi.
"Jadi, lama masa tenggangnya lama misal 7 hari, sebab jika hanya 3 hari dikhawatirkan ini nanti menambah biaya untuk perjalanan pengangkutan logistik kita. Terlebih lagi kalau perjalanan itu menuju wilayah Indonesia Timur, berlaku cuma 3 hari sedangkab di kapal mereka bisa lebih dari 3 hqari dan yang paling lama bisa seminggu nyampe Papua," ungkapnya.
--page
Hal-hal demikian nantinya mungkin dapat menjadi perhatian khusus, sebab berikutnya ini akan dihadapkan dengan Posko masa libur Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala KSOP Kelas IV Kumai Wahyu Prihanto menyampaikan, ucapan terima kasih kepada semua stakeholder yang terlibat dalam pengamanan Posko Nataru tahun ini. Sehingga semua dapat berjalan aman dan lancar meski ditengah pandemi Covid-19.
"Bersyukur kita tetap dapat melakukan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut, dalam melewati masa libur dalam rangka Hari Raya Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan," ungkapnya.
"Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Semoga menjadi amal ibadah kita dan dharma bakti kita kepada NKRI. Selanjutnya ialah kita akan lakukan evaluasi, agar tercipta peningkatan pelayanan
Angkutan laut Nataru di tahun depan," pungkasnya. (DANANG/B-7)









