BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Memutuskan untuk terjun menjadi relawan bukanlah hal yang mudah, apalagi menjadi relawan penanganan Covid-19. Namun demi kemanusiaan, relawan ini siap menjadi garda terdepan membantu penanganan virus tersebut.
Seperti halnya seorang relawan Covid-19 di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, bernama Wati. Ia bertugas sebagai petugas cleaning service, membersihkan ruangan di kamar isolasi. Rasa takut dan kekhawatiran memang selalu menghantuinya, namun dibalik itu semua, ia menilai itu merupakan tanggung jawab yang besar untuk kemanusiaan.
"Awalnya berat dan takut saat bertugas di ruang isolasi pasienCovid-19, karena resiko kan, memikirkan kesehatan diri juga. Tetapi karena rasa rindu untuk saling menolong lebih besar dari pada rasa takut yang ada, saya memutuskan mengambil keputusan menjadi relawan Covid-19," ceritanya belum lama ini dalam rekaman video yang dibagikan kepada Borneonews, Rabu, 13 Januari 2021.
Wati mengaku sudah empat bulan menjadi relawan Covid-19, hari - harinya dijalani dengan kegiatan yang sama, yaitu bertugas diruang isolasi perawatan umum khsus pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
"Setiap hari pekerjaaan saya ya membersihkan ruangan dan juga membuang sampah dari ruangan pasien terkonfirmasi positif Covid-19," ungkapnya.
--page
Tentunya, juga dengan sesuai prosedur menggunakan alat perlindung diri lengkap dan juga selalu mendapat arahan dari pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan Kobar dan juga pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
"Sebelum bekerja kita sudah mendapat pengarahan dari pihak RSSI, terkait pengamanan diri untuk terhindar dari covid-19, selain menggunakan APD lengkap, kami diminta menjaga gerakan tangan agar, agar tidak menyentuh bagian wajah. Bersyukur hingga saat ini semua berjalan dengan baik," tuturnya.
Disampaikan juga bahwa sebagian besar relawan setelah melakukan aktifitas di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Tidak pulang kerumah, mereka dikarantina di rusun yang disediakan pihak rumah sakit.
Namun, karena Wati di rumah hanya berdua dengan suami dan resiko penularan rendah. Maka dengan mengikuti protokol kesehatan. Setelah bertugas diizinkan pulang ke rumah.
"Kebetulan saya hanya tinggal berdua dengan suami, tidak ada anggota keluarga lain dirumah. Setwlah bertugas sesuai prosedur Prokes saya pulang. Sebelum jadi relawan Covid-19, saya juga aktif dikegiatan kemanusiaan," pungkasnya. (DANANG/B-7)









