PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala BPBPK Kalteng, H Darliansjah mengungkapkan pada rapat koordinasi dalam menghadapi ancaman bencana alam di Kalteng yang dilaksanakan kemarin telah menghasilkan beberapa poin penting.

Mengingat perubahan cuaca yang ada di wilayah Kalteng saat ini maka perlu adanya upaya atau langkah bersama dengan Pemkab se-Kalteng untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem dan tanah longsor di tahun 2021 ini.

Adapun upaya serta langkah-langkah yang diambil dalam menghadapi kemungkinan adanya bencana alam tersebut yakni yang pertama meningkatkan pemantauan dan penyebaran informasi potensi kejadian banjir sesuai dengan informasi dari BMKG sampai ke masyarakat pada tingkat RT/RW.

"Kemudian meningkatkan kewaspadaan dini, respon terhadap penyakit akibat banjir dan mengantisipasi gangguan kesehatan pada masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan Dinkes, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu pada wilayah terdampak banjir baik SDM maupun obat-obatan," tuturnya. Sabtu, 16 Januari 2021.

Selanjutnya, meningkatkan sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan tingkat kabupaten/kota dalam kesiapsiagaan menghadapi bahaya ancaman, antara lain dengan TNI, Polri, SAR, ORARI, Lembaga Usaha, dan instansi atau lembaga terkait lainnya.

--page


Lalu, membentuk pos siaga banjir dengan petugas dari BPBD dan Dinas Kesehatan sehingga pemantauan dan penanganan terhadap potensi dan kejadian bencana bisa segera ditangani.

Berikutnya, segera menetapkan status keadaan darurat bencana dan mengaktivasi pos komando penanganan darurat bencana untuk keterpaduan dalam penanganan keadaan darurat bencana.

"Yang terakhir yakni menyiapkan lokasi pengungsian sesuai dengan protokol kesehatan serta menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat yang terancam dan terdampak," pungkasnya. (DONNY D/B-5)