PANGKALAN BUN –

KABAR gembira bagi warga dunia adalah telah ditemukannya vaksin sebagai penangkal Coronavirus. Pada  11 Januari 2021, sebanyak 1.200 vial vaksin telah tiba di Kotawaringin Barat dengan tahap pertama diperuntukkan tenaga kerja. Vaksin Sinovac bekerja dengan tingkat efikasi 65,3% sebagai pelumpuh coronavirus didalam tubuh, agar coronavirus tidak akan aktif. 

Vaksin ini digadang-gadang akan diperuntukkan untuk masyarakat dan didistribusikan secara gratis. Tentu seluruh warga antusias dengan keberadaan Vaksin Sinovac, terlebih warga Kotawaringin Barat ingin cepat keadaan kembali seperti semua. Oleh karena itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) bekerja menjaga pendistribusian hingga kedaerah terpencil sekalipun. 

Berita terbaru dari Kabupaten Kotawaringin Barat terkonfirmasi hari ini berjumlah 2.246 orang bertambah 12 orang dari jumlah terkonfirmasi 2.224 orang pada 16 Januari 2021, padahal tanggal 12 Januari 2021 dikonfirmasi tidak ada pertambahan korban COVID-19. Dikarenakan keadaan yang tidak stabil tersebut, Vaksin Sinovac sangat diharapkan dapat memulihkan keadaaan Kotawaringin Barat. 

Padahal, Kotawaringin Barat dinilai unggul dalam memiliki lahan luas dan terbuka, namun keadaan tidak selancar sebelum keberadaan COVID-19, seluruh aktivitas warga lumpuh secara bersamaan baik dari terutama dari segi ekonomi. Dari data Badan Pusat Statistik diperoleh bahwa Kotawaringin Barat berada di posisi kedua dalam Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Tengah dan dikonfirmasi jika pengeluaran warga Kotawaringin mengalami penurunan 0,074%. Dengan dipercepatnya penangkal COVID-19 diharapkan dapat memulihkan keadaan Kotawaringin Barat.

Namun, seperti yang kita ketahui pada saat ini masih banyak warga atau masyarakat tidak hanya di kabupaten Kotawaringin Barat saja namun di berbagai daerah yang ada di Indonesia pun juga  menolak untuk disuntik vaksin, mengapa demikian? Menurut penulis hal tersebut terjadi karena warga masih awam tentang pengetahuannya terhadap vaksin tersebut, ada juga yang mengatakan masih cemas akan adanya efek samping yang dapat mengganggu kesehatan jika kita di suntik vaksin Sinovac tersebut. Walaupun sudah diizinedarkan oleh BPOM dan sudah bersertifikasi halal  hal tersebut belum bisa meyakinkan masyarakat untuk tidak takut divaksin.

--page

Jadi sebaiknya sebelum diwajibkan untuk menerima vaksin tersebut masyarakat terlebih dahulu diberi pengenalan akan apa itu Vaksin Sinovac? Apa efek yang dirasakan jika tubuh kita disuntikkan vaksin Sinovac? Siapa saja yang tidak diwajibkan untuk disuntik vaksin? Dan sebagainya.

Penulis: Nopita Fitriani/Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang