BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang H Syamsu menyebutkan jalan lingkar selatan akan segera ditangani secara konsorsium untuk perbaikannya.
Perbaikan itu hanya sekadar bisa difungsionalkan. Sebab apabila menunggu pemerintah provinsi maka akan terlalu berlarut-larut.
“Hasil kesimpulan rapat dengar pendapat kami Senin (18 Januari 2021) mendorong agar jalan lingkar selatan itu ditangani dan diperbaiki dengan kerjasama seluruh perusahaan perkebunan ataupun angkutan untuk memperbaiki sehingga bisa fungsional,”kata Dadang H Syamsu, Selasa, 19 Januari 2021.
Diperbaiki jalan itu maka tidak ada lagi kendaraan masuk dalam Kota Sampit. Kendaraan milik perkebunan akan dialihkan melalui jalan lingkar selatan.
"Untuk itu pemkab diberikan waktu 15 hari sejaak Senin, untuk menindaklanjuti dan membicarakan dengan pengusaha angkutan maupun perkebunan untuk memperbaiki ruas jalan lingkar selatan," tukasnya.
--page
Menurutnya, penanganan paling cepat itu adalah timbunan atau dilatrit dan itu tidak berat apabila dikerjakan secara gotong royong oleh dunia usaha angkutan dan perkebunan.
"Misalkan ada 10 perusahaan ya itu dibagi ruas perbaikannya,” tukasnya. Selanjutnya pihaknya terus berupaya menekan pemerintah provinsi untuk sesegera mungkin menangani jalan itu secara permanen.
Bahkan akan lebih baik jika memang nantinya dibangun dengan rigid beton sebagaimana yang dilakukan dijalan konsorsium menuju Pelabuhan Bagendang.
Politikus PAN ini mengakui pihaknya tidak ingin truk terus masuk dalam kota. Apalagi belakangan ini ada sejumlah kelompok masyarakat mulai merencanakan untuk melakukan aksi diruas jalan itu.
“Sebelum ada korban jiwa ada aksi masa lebih baik kita segera redam dan perbaiki jalan alternatif," pungkasnya. (NACO/B-6)









