SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Komunitas Milenial Tanggap Bencana dan Seminggu 1000 Berkah, bekerja sama membangun toilet di rumah nenek Bahriah (74), yang menjadi korban serangan buaya.

Toilet tersebut dibangun di samping rumah nenek tersebut yang berada di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

"Kami membangun toilet ini secara swadaya, guna memberikan rasa aman terhadap nenek dan keluarganya," ujar Ketua Milenial Tanggap Bencana Adi Wahyudi, Selasa, 19 Januari 2021.

Pihaknya juga menyiapkan pompa air di toilet tersebut. Hal itu dilakukan, agar keluarga korban tidak lagi mengambil air ke sungai. Yang bisa membahayakan mereka, dan terancam menjadi korban serangan buaya kembali.

Sementara, nenek tersebut menjadi korban serangan buaya saat hendak mengambil air  ke Sungai Mentaya usai dari toilet. Ketika itu, buaya langsung menyambar dan membuat tangan korban putus serta kakinya patah.

--page

Beruntung korban sempat diselamatkan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut.

"Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat terhadap nenek. Dan buaya di sekitar tidak lagi menyerang warga," harap Wahyudi. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)