PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembahasan pembangunan rel kereta api antara legislatif dan eksekutif Kalteng beberapa waktu lalu sempat tertunda akibat adanya perbedaan nomenklatur serta adanya pendemi Covid-19.

Namun kelanjutan pembahasan ini mendapat dukungan dari kalangan anggota DPRD Kalteng dan hanya menunggu koordinasi kembali dari pihak Pemprov.

"Sebelumnya proyek ini memang sempat kita bahas bersama Pemda, karena ada perbedaan nomenklatur serta dampak pandemi yang terjadi makanya ditunda terlebih dulu," kata Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Jubair Arifin.

Jika memang proyek tersebut bisa dibahas kembali serta bisa terealisasi tahun ini maka pihaknya sangat mendukung.

Dengan adanya kereta api yang beroperasi di Kalteng maka akan berdampak positif bagi daerah terkhusus pada sektor perekonomian.

--page

Pada pembahasan sebelumnya bahwa pembangunan rel kereta api tersebut akan melewati jalur Puruk Cahu, Bangkuang, dan Batanjung.

Jalur itu juga difungsikan sebagai memudahkan mengangkut hasil SDA masyarakat. Ke depannya juga tidak menutup kemungkinan kereta api bisa untuk mengangkut penumpang atau sebagai alat transportasi masyarakat Kalteng.

"Sekarang kami hanya menunggu informasi dari Pemprov kalteng saja, apakah dilanjutkan atau tidak pembahasan masalah tersebut. Akan tetapi kami berharap tahun ini pembangunan rel kereta api bisa direalisasi," pungkasnya. (DONNY D/B-6)