SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Sampit telah berupaya melaksanakan pembelajaran tatap muka. Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda daerah ini. 

Bahkan, dari angket yang dibagikan kepada wali siswa. 66% orangtua setuju dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Rapat komite juga sudah dilaksanakan terkait hal tersebut. 

"Kami sudah membagikan angket dan rapat komite. Dan 66% wali siswa setuju dilaksanakan pembelajaran tatap muka," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Sampit Kodarahim, Senin, 25 Januari 2021. 

Sedangkan, 34% sisanya, ada yang tidak menjawab, dan ada yang tidak bersedia anaknya ikut pembelajaran tatap muka. Karena saat ini di Sampit masih pandemi Covid-19. 

Selain itu, sejumlah sarat lainnya sesuai dengan Surat Edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kalteng, juga telah dilengkapi oleh pihaknya. 

--page

Terutama terkait protokol kesehatan, dan rencana jadwal atau sistem pembelajaran tatap muka di sekolah, yang dilaksanakan secar bergantian juga telah disiapkan. 

Sehingga, pada besok Selasa, 26 Januari 2021, pihaknya akan menyampaikan kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim terkait hal tersebut. 

"Jadi semuanya kami serahkan kepada Satgas Covid-19 Kotim. Jika diizinkan, akan segera kami beritahukan ke Dinas Pendidikan Kalteng. Dan setelah itu baru kami laksanakan pembelajaran tatap muka," kata Kodarahim

Kodarahim juga menjelaskan, jika memang nantinya disetujui. Orangtua siswa yang tidak mengizinkan anaknya melaksanakan pembelajaran tatap muka tetap mendapatkan haknya. 

"Mereka tetap mendapat pembelajaran secara daring. Dan kami sekolah tetap memperhatikan hak mereka sebagai siswa," terang Kodarahim. 

--page

Dirinya menjelaskan, bahwa apa yang dilakukan oleh pihaknya tersebut sebenarnya bukan karena kewajiban atau aturan dari pemerintah. Namun hanya mengacu pada surat edaran. 

Terkait apakah boleh dilaksanakan atau tidaknya. Semua keputusan ditentukan oleh Satgas Covid-19 Kotim. Kalau memang tidak boleh, maka pelaksanaan belajar online kembali dilaksanakan di semester genap ini. 

"Semua tergantung izin dari Satgas Covid-19 Kotim, kalau boleh kami laksanakan, kalau tidak kami tidak akan memaksakan," terang Kodarahim. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)