SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Suwarto, sopir truk sampah mengaku tidak menyangka akibat kelalaiannya menewaskan rekan kerjanya Rusli.

"Saat itu saya mundur, terdengar suara bruk seperti itu, lalu saya majukan truk dan keluar, ke belakang melihatnya," kata tersangka, saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

Betapa terkejutnya tersangka, melihat korban tergeletak dan alami luka parah di kepalanya dan setelah itu meminta pertolongan rekannya yang lain.

Namun sayang, saat dilarikan ke klinik nyawa Rusli tidak dapat tertolong lagi dan dinyatakan meninggal dunia atas kejadian tersebut.

Data yang diperoleh Selasa, 26 Januari 2021 terungkap kalau insiden itu terjadi pada Senin, 16 November 2020 sekitar pukul 08.00 Wib di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

--page

Korban Rusli, merupakan petugas pembuang sampah, sementara itu tersangka merupakan sopir truk sampah tersebut.

Ketika itu tersangka mau membuang sampah itu di TPA tersebut, namun sayang justru apa yang dilakukan menyebabkan korban jiwa. (NACO/B-7)