BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sekda Kotawaringin Barat, Suyanto mengakui secara pribadi siap sebagai salah satu dari 10 tokoh yang nantinya bakal mendapatkan vaksinasi covid-19 sinovac.
Namun sebelum divaksin, tapi dia harus lolos dulu dari proses skrining yang ada 16 item layak tidaknya seseorang mendapatkan vaksinasi sinovac.
"Tentunya saya tunggu saja, sebelum diputuskan apakah boleh divaksin atau tidak pastinya harus memenuhi 16 item syarat seseorang layak divaksin, namun layak atau tidak, secara pribadi saya siap," tegasnya.
Kesiapan ini merupakan bentuk kepatuhan individu untuk melaksanakan kebijakan negara guna menangani pandemi covid-19.
"Kebijakan negara tersebut yaitu setiap orang pada saatnya wajib mendapatkan vaksinasi sesuai rentang usia 18 - 59 tahun. Karena usia saya masih dalam rentang usia tersebut, Insya Allah saya siap," jelasnya.
--page
Sebelumnya Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr. Fachruddin menjelaskan orang yang akan disuntik vaksin harus lolos verifikasi pendaftaran melalui aplikasi 'Peduli Lindungi'.
"Kemudian untuk bisa lanjut ke pos dua dilakukan skrining dan anamnase oleh tenaga medis yang sudah mengikuti pelatihan. Di pos ini calon penerima vaksin akan diperiksa secara detail termasuk ada tidaknya penyakit penyerta atau comorbid," jelasnya.
Pada pos dua ini akan diberikan pertanyaan tentang ada tidaknya penyakit bawaan. "Jika calon penerima vaksin tidak memenuhi persyaratan, maka dia tidak boleh menerima vaksin. Bila lolos di pos dua, maka tahapan berikutnya adalah pemberian vaksin corona yang berada di pos tiga," jelasnya.
Fachruddin mengatakan seusai disuntik, penerima vaksin akan menjalani masa observasi selama 30 menit di pos empat.
"Observasi ini untuk melihat gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin atau Kejadin Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).Selama masa observasi ini, akan dipantau gejala klinis yang muncul pasca pemberian vaksin. Jika timbul efek samping dari vaksin berupa gejala klinis akan dimasukkan ke kamar KIPI," jelasnya.
--page
Efek samping yang muncul atau KIPI tidak membahayakan. "Biasanya gejala yang muncul adalah faktor alergi seperti vaksin-vaksin lainnya. Kita juga sudah praktikkan dalam simulasi bila muncul KIPI setelah disuntik. Biasanya karena alergi seperti vaksin lain. Ini bisa ditangani oleh petugas," jelasnya.
Karena harus melalui empat prosedur, lanjut Fachruddin, pelaksanaan vaksin ini akan memakan waktu 30-50 menit tiap orang.
"Sehingga nanti diperkirkan dalam sehari, RSSI hanya bisa menyuntik 10 sampai 15 orang. Untuk pelaksanaan pemberian vaksin ini masih kita bicarakan. Tetapi akan dilakukan secepatnya,” jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)









