PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah tidak menepis kemungkinan angin kencang dan cuaca mempengaruhi hasil panen food estate.

Terutama terkait kemampuan angin dalam merobohkan padi siap buah yang merupakan komoditas andalan untuk kawasan food estate.

“Angin bisa juga berbahaya, terutama untuk jenis padi yang tidak kuat terhadap terpaan angin,” sebut Kepala Dinas TPHP Kalteng, Sunarti, Rabu, 27 Januari 2021.

Ia mengakui, memang ada beberapa komoditas padi yang tidak memiliki batang kuat di kawasan food estate. Tetapi kebanyakan yang ditanam merupakan komoditas tahan angin.

“Kebanyakan varietas yang digunakan petani cukup kuat, seperti Inpari 30 maupun 42, sedangkan sebagiannya seperti varietas hibrida yang dikembangkan sebagai perbenihan,” ucapnya.

--page

Sunarti menerangkan, pihaknya sekarang selain memenyiapkan varietas unggulan juga sedang mencari cara untuk menanggulangi kondisi air yang sering tinggi di sebagian kawasan food estate.

“Kondisi lapangan menjadi evaluasi bagi kami, termasuk juga bagaimana manajemen airnya. Karena sebagian masih belum bisa ditanam karena terendam air,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-7)