BORNEONEWS, Buntok - Dinas Pendidikan Barito Selatan, menargetkan pada 2022 mendatang bebas anak putus sekolah.
"Berdasarkan data, untuk anak usia sekolah yang tidak bersekolah tercatat masih ada kurang lebih di bawah 2 persen," kata Kepala Disdik Barsel, Su'aib, Rabu, 27 Januari 2021.
Ia mengatakan, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemkab, agar tidak ada lagi anak di Barsel yang putus sekolah atau tidak sekolah pada usia 7 - 12 tahun.
Jika alasan, putus sekolah karena ekonomi, pihaknya akan mengupayakan untuk memberikan bantuan dan beasiswa. Begitu juga dengan anak yang disabilitas.
Pihaknya saat ini sedang memfokuskan melacak terhadap anak putus sekolah maupun yang tidak sekolah.
"Karena tidak boleh ada anak yang masih usia sekolah yang tidak bersekolah, dan itu merupakan standar yang harus di-nol-kan ke depannya," tandas dia.
Dinas pendidik juga mengintruksikan kepada setiap sekolah untuk melakukan pendataan anak putus sekolah. Selain itu, juga mengirim surat kepada kepala desa untuk pendataan anak tidak sekolah.
--page
"Hingga saat ini, tidak sampai 50 persen kepala desa yang mengirimkan data kepada kami,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/B-11)









