PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gizi anak sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah di Kalimantan Tengah (Kalteng) terutama terkait tiga beban masalah gizi (triple burden).

“Terkait gizi, di Kalteng kita masih mengalami triple burden,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalteng, Fery Iriawan, Rabu 27 Januari 2021.

Triple burden artinya di satu sisi masih ada anak yang stunting atau pendek, wasting atau kurus namun di sisi lainnya ada yang mengalami kelebihan gizi atau obesitas.

“Sedangkan lainnya lagi ada yang mengalami kekurangan gizi mikro serta anemia,” tambahnya. Fery menerangkan untuk Kalteng memang angka ini selalu menurun tetapimasih cukup tinggi. Ia mencontohkan pada tahun 2005 angka stunting Kalteng ada di 41,3 persen. 

“Ini artinya satu dari tiga anak mengalami stunting,” terangnya. Kemudian pada 2018 angka stunting turun menjadi 34 persen, kemudian angka terakhir pada tahun 2019 stunting kalteng berada di kisaran 30 persen.

--page

“Kita masih di atas angka nasional di 27 persen. Stunting Kalteng urutan 4 besar tertinggi di Indonesia, kemudia washing no 5 besar. Ini yang menjadi PR besar kita walaupun terjadi penurunan tetap masih menjadi permsalahan,” sebutnya. (HERMAWAN/B-6)