SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Guna mengajarkan kepada murid, betapa pentingnya hidup berbagi. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), buka posko bantuan korban banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Kami membuka posko ini, selain tujuan utamanya untuk berupaya membantu korban banjir, juga mengajarkan anak-anak untuk memiliki empati terhadap warga yang kesusahan dangan menyisihkan sedikit rezekinya," ujar Kepala SDN 7 Ketapang Ahmad Basuki melalui Koordinator Posko Nia Pitriani, Kamis, 28 Januari 2021. 

Penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian warga sekolah. Dan pihaknya juga ingin mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan empati kepada murid melalui aksi nyata. 

"Pendidikan untuk anak bukan hanya secara lisan, namun aksi nyata juga menjadi pendidikan yang penting untuk masa depan anak," kata Pitriani. 

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh orangtua murid. Mereka secara sukarela menyisihkan uangnya atau bantuan semampunya. Baik itu berupa uang, maupun sembako. 

--page

"Dari hasil sumbangan sendiri, alhamdulillah kami dapat mengumpulkan Rp3.790.000, serta sejumlah sembako seperti beras, mie instan, dan lainnya," terang Pitriani. 

Bantuan berupa uang tersebut juga dibelikan sembako sesuai nilai yang telah diterima. Setelah itu, semuanya diserahkan ke posko PGRI Kotim, untuk nantinya disalurkan kepada para korban. 

"Kami berharap mudah-mudahan bantuan dari kami bisa meringankan penderitaan saudara-saudara yang saat ini baru terkena bencana,” kata Pitriani. 

Sementara, banjir di Kalsel sendiri sudah banyak yang surut. Namun bantuan masih sangat diperlukan. Karena masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan sembako dan lainnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)