PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga RT 01 Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rosita menangis terisak menyampaikan kondisi belakang rumahnya yang terkikis akibat abrasi pesisir pantai Keraya.

Dengan sesenggukan, Rosita bersama warga lainnya, menyampaikan rasa kekhawatiran terhadap rumahnya yang terancam ambruk akibat abrasi, kepada Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah, Jumat, 29 Januari 2021.

"Bagaimana ini pak, tadi malam sekitar pukul 19.00 WIB air laut naik sampai kedepan, tanah bagian belakang rumah sudah terkikis habis," ucapnya sesenggukan.

Ditambahkan oleh Nurti, bahwa malam tadi ia merasa panik, sebab saat air pasang ia tinggal hanya bersama anaknya, sementara suami tidak ada sedang bekerja.

"Air sudah sampai ke jalan pak, di rumah tidak ada suami tinggal sama anak aja. Ini kalau terus - terusan, rumah bisa ambruk," ucapnya dengan meneteskan air mata.

--page


Melihat keluh kesah warganya, Ahmadi Riansyah pun mencoba menenangkannya, dengan memberikan sejumlah solusi demi keamanan dan keselamatan warga yang tinggal di bibir pantai Keraya tersebut.

"Demi keamanan bersama, maka saya sarankan untuk sementara waktu mengungsi dulu ya. Kita buatkan tenda di tempat yang aman di dekat kantor desa, bagaimana?," tanya Ahmadi.

Namun, mereka pun tidak mau untuk mengungsi dan tetap lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka masing - masing.

"Kita ngga mau pak kalau ngungsi," ucapnya.

Melihat warganya yang bersikeras untuk tetap tinggal dirumah yang terancam ambruk terkena abrasi. Ahmadi memerintahkan BPBD untuk tetap mendirikan tenda dan menyiapkan kendaraan di dekat rumah warga, apabila sewaktu - waktu terjadi hal - hal yang tidak diinginkan.

--page


"Ya sudah sembari kita lakukan penanganan abtasi jangka pendek, kita standbykan mobil disini. Apabila perlu sewaktu - waktu bisa langsung digunakan," kata Ahmadi. (DANANG/B-5)