PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM-RI) Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu memiliki potensi untuk dikembangkan budidaya tanaman pengan.

Lahan persawahan di desa ini relatif tipis dengan ketebalan kurang dari 3 meter, bahkan dibeberapa titik memiliki ketebalan kurang dari 1 meter.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng) Nurul Edy mengatakan pemerintah provinsi (Pemprov) sudah lama berusaha mengoptimalkan lahan gambut.

Dia menceritakan dulunya Pulang Pisau dan Kapuas digalakan oleh pemerintah dalam program lahan 1 juta hektare.

“Daerah Pulang Pisau dan Kapuas ini dulu menjadi lahan sejuta hektar, yang tujuannya adalah dalam rangka untuk terus memperkuat ketahanan pangan dan kita bisa mandiri,” ungkapnya.

--page

Sekarang sejak pertengahan 2020 Presiden Joko Widodo menetapkan Kalteng sebagai lokasi untuk ketahanan pangan nasional.

“Sebagian besar lokasi itu adalah ya eks lahan sejuta hektar ini, dan saya pikir Desa Talio Hulu masuk juga areanya,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)