PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mendapat laporan warganya yang tinggal di bibir pantai Keraya, Desa Keraya, Kecamatan Kumai, rumahnya terancam ambruk karena abrasi, Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Ahmadi Riansyah terjun langsung meninjau ke lokasi dan mencari solusi terbaik demi keselamatan warganya, Jumat, 29 Januari 2021.

Dengan didampingi Dinas PUPR Kobar dan BPBD Kobar, Wabup menyisir bagian belakang rumah warga yang bagian belakangnya rusak, akibat hantaman ombak cukup besar yang terjadi tadi malam.

Ahmadi menyampaikan adapun jumlah warga yang terdampak abrasi, dengan kondisi sangat memprihatinkan pada saat ini adalah berjumlah kurang lebih 7 rumah. Selain rumah warga, termasuk jalan kurang lebih sepanjang 1 KM ini juga terdampak.

"Jika abrasi ini tidak ditangani segera,  kemungkinan besar dalam waktu tidak terlalu lama beberapa rumah warga lainnya juga akan berdampak parah dengan kondisi yang sama seperti 7 ini," katanya.

Ahmadi mengungkapkan, bahwa memang abrasi yang terjadi di Desa Keraya ini sudah terjadi sejak lama.

--page

Diakui memang kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan ini sangat terbatas, karena panjang bibir pantai yang sekarang kena abrasi ini, kurang lebih 760 M, dengan anggaran yang diproyeksikan kurang lebih 27 miliar.

"Di tengah kondisi Pandemi Covid-19 keuangan daerah yang sangat terbatas, maka kondisi saat ini kita mencari cara atau alternatif lain, dalam rangka untuk membantu masyarakat kita dan desa yang terdampak dari abrasi," kata Ahmadi.

Ahmadi menjelaskan ada beberapa hal yang akan dilakukan Pemda. Pertama terkait pembangunan pengaman abrasi pantai. Hal tersebut dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Kedua, yang ingin dilakukan adalah relokasi, dengan melalui program pemerintah daerah dan daerah. Hal ini sudah diajukan beberapa rumah yang akan direlokasi. Namun semua ini perlu proses yang begitu panjang, sementara ini harus dilakukan penanganan segera.

Untuk itu jangka pendeknya pihaknya mewacanakan agar dialokasikan anggaran dari APBD daerah. Karena APBD daerah sudah dilakukan pengesahan bersama DPRD pada November yang lalu dan ini masih tahap awal melaksanakan pemerintahan 2021, maka mekanisme yang akan dilakukan adalah mendahului perubahan.

--page

"Kita akan jadwalkan rapat pada Senin, diharapkan untuk masyarakat yang terdampak bersabar terlebih dahulu, karena ini anggaran pemerintah yang tentu harus melalui proses. Maka untuk beberapa hari kedepan dalam penanganan darurat yang akan dilakukan ialah pembuatan tanggul dari karung yang berisi pasir dan material lainnya, sehingga minimal bisa bertahan di beberapa hari ini, tidak terlalu memberikan dampak yang begitu parah terhadap rumah masyarakat yang terkena gelombang," tuturnya.

Dalam kesempatan ini secara pribadi Ahmadi Riansyah menyumbang 20 rit pasir. Kepala Desa Keraya, Suharmalik mengatakan untuk sementara waktu agar dampak abrasi tidak terlalu parah terhadap 7 rumah warga. Diperlukan sedikitnya 60 rit pasir. (DANANG/B-6)