PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anak dengan gizi kurus (wasting) memiliki potensi tinggi mengalami gangguan pertumbuhan atau sering disebut stunting.

“Anak-anak yang wasting jika tidak ditangani dengan cukup baik kemungkinan akan menjadi stunting,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalteng, Fery Iriawan, Sabtu 30 Januari 2021.

Ia menuturkan untuk mengurangi potensi tersebut pihaknya bersama dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota terus melanjukan program pemberian makanan tambahan (PMT).

PMT yang biasanya berupa biskuit bergizi tersebut ditargetkan ke ibu hamil dan anak-anak balita yang menderita wasting.

“Kita upayakan tidak hanya makanan langsung dalam bentuk biskuit, tetapi juga pemahaman tentang potensi makanan lokal,” sebutnya. 

--page

Fery juga mengungkapkan kekhawatiran masyarakat tidak bisa menjaga pola gizi dan makanan seimbang selama pandemi.

“Di kondisi pandemi seperti sekarang ini akses dan kualitas makanan bergizi yang kita khawatirkan terjadi kerawanan. Kebutuhan nutrisi anak bisa jadi kekurangan dan akhirnya menjadi kurus,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/B-6)