PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kalteng mengingatkan masyarakat terkait pentingnya menjaga asupan gizi keluarga tetap seimbang.

“Gizi yang baik itu tidak mesti mahal, ada disekitar kita. karena kekurangan pengetahun saja akhirnya pemilihan bahan makanan yang tepat jadi tidak efektif dan efisien,” kata Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kalteng, Khendra Kusfriyadi, Sabtu 30 januari 2021.

Ia mengatakan untuk makanan harus mengacu pada gizi seimbang. Memakan aneka ragam makanan tidak hanya fokus pada satu jenis makanan. “Kita bisa mengkombinasikan antara berbagai bahan makanan yang murah,” sebutnya.

Ia mencontohkan jika tidak ada nasi bisa diganti dengan ubi singkong, roti atau bahan makanan pokok yang lain yang lebih murah seperti jagung.

Setelah itu untuk kebutuhan protein bisa dipenuhi dengan sumber protein nabati maupun hewani. Langkah terbaik bisa dengan protein nabati dari kacang kacangan.

--page

“Memang sih protein hewani nilai daya cernanya lebih bagus, tetapi protein nabati seperti tahu, tempe kacang kacangan itu bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah. Karena daging dan ikan cukup mahal,” tambahnya.

Kemudian kebutuhan vitamin dan mineral bisa dipenuhi dengan konsumsi buah dan sayur yang kebanyakan mudah ditemui di sekitar tempat tinggal.

Khendra mencontohkan seperti pisang yang juga memiliki kalori kaliumnya yang tinggi. Kemudian ada sayur murah meriah seperti kelakai yang tinggal memetik di pinggir jalan.

“Pemenuhan gizi seperti ini mudah dilakukan ibu-ibu agar gizi anak tetap terpenuhi,” tutupnya. (HERMAWAN DP/B-6)