BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepedulian Babinsa Keraya, Serda Dedy Wardani Anggota Koramil 1014 - 02/Kumai kepada masyarakat, dengan tekad Kemanunggalan TNI-Rakyat begitu nampak. Hal tersebut terbukti saat Babinsa Keraya membantu warga melaksanakan gotong royong membuat tanggul darurat, mencegah terjadinya abrasi semakin parah dibibir Pantai Keraya.
Gotong royong membuat tanggul darurat dari karung berisi pasir yang kemudian disusun di sepanjang bibir pantai itu dilaksanakan bersama aparat gabungan, baik dari TNI, Bhabinkamtibmas, BPBD, Tagana dan warga Desa Keraya.
"Hal tersebut dilakukan demi menyelamatkan pemukiman dan rumah warga yang terancam ambruk, dihantam gelombang pasang yang menyebabkan banjir rob," terang Babinsa Keraya, Serda Dedy Wardani, dalam rilis Humas Kodim 1014 Pbn pada Senin, 1 Januari 2021.
Disampaikan bahwa, kondisi laut saat ini cukup ekstrim, gelombang laut yang tinggi akibat musim angin barat dapat menyebabkan abrasi dan mengancam rumah - rumah warga yang berada di sekitaran pantai.
Untuk itu, sebagai upaya antisipasi mencegah dampak yang dapat merugikan warga, maka warga berinisiatif membuat tanggul sementara dengan karung yang diisi dengan pasir, untuk menahan agar tanah tidak terkikis ombak.
--page
Selaku Babinsa di Desa Keraya, dirinya mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati bila beraktivitas di laut, karena kondisi cuaca saat ini tidak memungkinkan.
"Kami pun selalu mengajak dan mengimbau agar warga yang tinggal tepat dibibir pantai, agar selalu waspada terhadap segala hal yang mungkin terjadi," ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat sudah melakukan peninjauan langsung ke daerah tersebut, terkait abrasi yang semakin parah. Selanjutnya, akan segera ditangani karena di kawatirkan abrasi akan memutus badan jalan desa. (DANANG/B-7)









