BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi merasakan kantuk setelah divaksinasi covid-19. Hal tersebut diungkapkannya setelah 15 menit penyuntikan vaksin dan menjani observasi oleh petugas kesehatan.
"Setelah 15 menit disutik, yang saya rasakan hanya ngantuk (kantuk-mengantuk) saja, dan kepala terasa lebih ringan," kata H Ahmadi, Senin, 1 Februari 2021.
Pada saat proses penyuntikan vaksin covid-19, Ahmadi mengaku tidak merasakan sakit sama sekali, dan tidak ada gejala lainnya yang muncul.
"Tidak ada sakitnya tadi, jadi nanti saat vaksinasi kepada tahap masyarakat lainnya jagan takut, karena kita juga sudah di vaksin, dan tidak mengalami gejala apa-apa," ujar Ahmadi.
Ahmadi menjelaskan bahwa vaksin covid-19 telah menjalani serangkaian proses pengujian sebelum diberikan kepada masyarakat, baik terhadap keamanan, kehalalan dan kesucian dari vaksin tersebut.
--page
"MUI sudah menyatakan vaksin ini halal, begitu juga Badan POM juga sudah memastikan keamanannya," ujarnya.
Sementara itu, untuk pejabat lainnya seperti Bupati Sukamara, Windu Subagio dan forkopimda tidak merasakan gejala apa-apa setelah divaksin.
Hanya merasakan sedikit sakit di area suntikan. Setelah menjalani observasi selama 30 menit, mereka diperbolehkan pulang oleh petugas kesehatan yang menangani kegiatan vaksinasi. (NORHASANAH/B-7)









