BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digenangi banjir setelah diguyur hujan selama kurang lebih 10 jam sejak Selasa malam hingga Senin pagi, 1 Februari 2021.
Terkait itu, Anggota DPRD Kotim dari Dapil Kecamatan MB Ketapang, Bima Santoso mengatakan, penyebab terjadinya banjir akibat drainase yang ada banyak buntu atau mampet. Sehingga, perlu tindakan lebih lanjut yaitu normalisasi drainase.
Selain itu, di titik-titik terendah juga perlu adanya normalisasi anak sungai dan drainase. Hal itu harus dilakukan pemerintah kabupaten melalui dinas terakir, untuk melakukan normalisasi di terutama kawasan pemukiman yang terdampak banjir.
"Apalagi musim hujan ini dan disertai air pasang naik, sehingga menambah ketinggian air. Biasanya 1 - 2 jam sudah surut, sekarang bisa bertahan 2 - 3 hari," tukasnya, Senin, 1 Februari 2021.
Anggota Komisi IV DPRD Kotim ini juga mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana dan hati-hati dalam kondisi saat ini.
--page
"Masyarakat diharapkan jangan membuang sampah sembarangan. Kemudian RT, lurah, atau perangkat desa agar menyosialisasikan gotong-royong di lingkungan masing-masing," tandasnya. (NACO/B-11)









