PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Kotawaringin Barat akan dimulai pada 15 Februari 2021. Hal itu berdasarkan hasil rapat evaluasi persiapan pembelajaran tatap muka yang digelar Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar), Senin, 1 Februari 2021.

Bupati Kobar, Nurhidayah usai rapat menjelaskan, pembelajaran secara langsung itu hanya dilakukan sekolah di wilayah aman dari penyebaran covid-19.

"Bagi wilayah yang masih dianggap rawan covid-19, sekolah tetap tidak dibuka. Nanti dari hasil kajian secara teknis, bisa dipetakan. Selain itu, sebelum proses pembelajaran tatap muka akan dilihat kesiapan sarana dan prasarana pendukung," jelas Nurhidayah.

Dia menegaskan, bila ada sekolah yang dinilai belum siap, maka tidak akan diizinkan untuk melakukan proses belajar mengajar secara langsung.

"Nantinya tim satgas penanganan covid-19 akan melakukan tinjauan di berbagai sekolah untuk memastikan kesiapan tersebut," jelas dia.

Nurhidayah menambahkan, rencananya proses belajar mengajar secara langsung tersebut akan dimulai dari sekolah yang berada di pinggiran dan pelosok.

"Rencananya sekoah yang mulai dibuka kegiatan belajar mengajar secara langsung seperti di Desa Tanjung Putri, Desa Rangda, Umpang, dan lainnya," jelas Bupati Kobar.

Hal itu selain mempertimbangkan daerah tersebut dianggap aman dari penyebaran covid-19, juga kondisi jaringan internet yang masih belum baik. 

--page

"Proses belajar mengajar secara langsung dianggap lebih efektif bila dibandingkan dengan online. Namun rincian sekolah yang akan melakukan pembelajaran secara langsung, akan kita susun surat edaran resminya," pungkas dia. (WAHYU KRIDA/B-11)