BORNEONEWS, Palangka Raya - Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Palangka Raya (UPR), Indra Perdana mengatakan asessment nasional memiliki tiga tahapan.
Mulai dari asessment kompetensi minimum (AKM) di mana menilai kognitif dari siswa baik literasi maupun numeriknya, kemudian survei karakter dan survei lingkungan belajar.
“Dengan tahapan itu, membuat nilai yang diterima oleh siswa dalam belajar tidak hanya sebagas nilai seperti yang didapat selama ini. Tapi juga kontribusi para siswa ditengah lingkungan masyarakat juga ada nilainya, berdasarkan tahapan-tahapan yang ada didalam asesmen nasional tersebut,” jelasnya,
Indra juga menjelaskan penundaan pelaksanaan asesmen nasional yang direncanakan Maret 2021, namun dimundurkan ke September 2021 itu juga bukan suatu masalah yang berarti.
Menurutnya, pelaksanaan program asesmen ini memerlukan persiapan, terlebih dengan kondisi Indonesia yang berada ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
--page
“Penundaan pelaksanaannya ini sebenarnya juga untuk persiapan yang lebih baik, karena yang namanya evaluasi itu butuh waktu, dan banyak persiapannya,” ucapnya.
“Apalagi, standar setiap sekolah tidak sama, tentu ini menjadi kendala tersendiri untuk ditangani, apalagi masih adanya pandemi covid-19,” tambahnya. (HERMAWAN DP/B-6)









