BORNEONEWS, Puruk Cahu - Melonjaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kecamatan Seribu Riam tepatnya di Desa Muara Joloi I akhir pekan lalu membuat daerah paling hulu sungai Barito tersebut mendapat perhatian serius.
Di mana dipimpin Ketua Hariannya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mura, Hermon, langsung melakuan inspeksi ke wilayah tersebut untuk melihat langsung kondisi dan situasi pasca meledaknya kasus Covid-19.
Didampuingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kariadi, SSos, Kepala Dinas Sosial, Rusine, Sekretaris Daerah Mura tersebut mendatangi Desa Muara Joloi dan melihat langsung kondisi sejumlah pasien terkonfirmasi yang saat ini menjalani isolasi.
Ketika itu, rombongan melihat langsung beberapa fasilita isolasi, diantaranya Kantor Desa dan juga aula Puskesmas dan beberapa rumah menduduk.
Termasuk mengkonfimasi langsung kondisi para pasien, termasuk sejarah penularan dan bagaimana penanganan yang dilakukan.
--page
Kesempatan itu, Hermon mengatakkan bahwa Gugus Tugas akan turunkan personil dan logistic untuk segera melakukan penanganan Pandemi Covid-19 di Muara Joloi.
Termasuk juga memberikan bantuan baik itu makan, minum dan sejumlah kebutuhan bagi para pasien terkonfirmasi termasuk para keluarga pasien.
“Ini kunjungan awal kami, untuk berkoordinasi apa saja yang dibutuhkn dan apa yang harus dilakukan segera untuk memutus mata rantai penularan,” katanya.
Dirinya mengatakan bahwa upaya maksimal harus dilakukan untuk penanganan penyebaran Covid-19 di Muara Joloi yang saat ini sudah terhadap 51 kasus.
Baik itu penanganan pasien, upaya tracking dan swab termasuk penegakan protocol kesehatan di masyarakat setempat.
--page
“Kita akan lakukan upaya maksimal untuk memutus pata rantai penyebaran, semua stakeholder harus diterjunkan dan bekerja maksimal,” katanya.
Termasuk akan segera membbuuat posko untuk memantau arus keluar asuk Muara Joloi, termasuk sebagai pusat informasi dan koordinasi. (Trs)









