PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Frekuensi kunjungan kapal laut di wilayah Kalteng pada 2020 lalu mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2019 lalu.

Yakni pada Desember 2019 lalu sebanyak 709 kunjungan, sedangkan di Desember 2020 turun sebesar 3,53 persen atau hanya ada 684 kunjungan saja.

Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro mengatakan, penurunan frekuensi kunjungan kapal laut tersebut berdampak terhadap penurunan jumlah penumpang kapal sebesar 48,01 persen.

"Jumlah penumpang yang datang mengalami penurunan sebesar 46,27 persen, sementara penumpang berangkat turun sebesar 49,52 persen," ungkap Eko. Selasa, 2 Februari 2021.

Dia menerangkan, untuk volume arus barang juga mengalami penurunan yaitu sebesar 16,92 persen yaitu volume bongkar barang turun sebesar 11,90 persen, sementara volume muat barang turun 18,16 persen.

--page

"Secara kumulatif, dari Januari sampai Desember 2020, frekuensi kunjungan kapal di Kalteng mengalami penurunan sebesar 7,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu, yaitu dari 8.457 kunjungan menjadi 7.848 kunjungan," tuturnya.

Dikatakannya, bahwa hal tersebut berdampak pada jumlah penumpang yang mengalami penurunan sebesar 50,87 persen, dan jumlah penumpang yang datang mengalami penurunan sebesar 51,13 persen, sementara penumpang berangkat turun 50,59 persen.

Namun sebaliknya, volume arus barang mengalami kenaikan sebesar 2,69 persen. Volume muat barangmengalami kenaikan sebesar 4,30 persen, tetapi volume bongkar barang turun 1,76 persen.

"Setelah terus mengalami kenaikan sejak Juni sampai November 2020, jumlah penumpang angkutan laut kembali mengalami penurunan di bulan Desember 2020," bebernya.

"Dibanding tahun sebelumnya juga, aktivitas penumpang masih jauh lebih rendah dikarenakan masih terjadi pandemi Covid-19," jelasnya.

--page

Diungkapkannya pula bahwa pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan transportasi penumpang dan barang di Kalteng, selama Desember 2020, dari 18.750 penumpang yang datang dan berangkat 75,76 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 22,99 persen melalui Pelabuhan Sampit.

"Begitu juga volume arus barang yang mencapai 1,42 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit 49,08 persen dan Kumai 37,44 persen," tandasnya. (DONNY D/B-7)