BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Ahmadi Riansyah memimpin rapat koordinasi penanganan abrasi di pesisir Pantai Desa Keraya, Selasa, 2 Februari 2021. Dari rapat itu mengemuka solusi penanganan abrasi, yakni berupa pembangunan pemecah ombak dan relokasi rumah warga pesisir.
"Untuk penanganan jangka panjang teknisnya akan dibangun infrastruktur pemecah ombak, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak, serta perencanaan relokasi untuk 7 warga yang terdampak abrasi," kata Ahmadi Riansyah.
Dia menyampaikan, pemecah ombak abrasi pantai akan dibangun sepanjang 790 meter dan dilakukan secara bertahap. Sementara relokasi 7 rumah ke tempat yang lebih aman dilakukan secara swakelola.
"Lokasi 7 rumah ini nantinya di tempat yang aman tidak berpotensi terjadi abrasi pantai. Kalaupun nanti masyarakat yang tidak memiliki, nanti desa yang bantu menyelesaikan," tuturnya.
Dia mengharapkan, penanganan abrasi pada Maret 2021 ini sudah mulai dilaksanakan. Saat ini masih dalam proses administrasi dan lainnya.
Kemudian untuk penanganan jangka pendeknya yaitu berupa gotong-royong pembangunan tanggul sementara guna mencegah dampak abrasi semakin parah.
--page
"Pada 28 Januari 2021 terjadi gelombang pasang yang cukup tinggi, mendekati 2 meter. Gelombang ini menyebabkan abrasi pantai yang cukup panjang, kemudian 7 rumah penduduk mengalami kerusakan," pungkasnya. (DANANG/B-11)









