JAKARTA –

BORNEONEWS, Kupang - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Lotharia Latif memerintahkan personelnya untuk mendalami status kewarganegaraan dari bupati terpilih Sabu Raijua Orient Riwu Kore berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sabu Raijua.

"Kapolda NTT telah perintahkan untuk menindaklanjuti hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto, Rabu 3 Februari 2021.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan adanya temuan dalam Pilkada Sabu Raijua yang menyatakan bahwa bupati terpilih Orient Riwu Kore masih berstatus sebagai warga negara Amerika Serikat (AS) setelah surat konfirmasi dari Kedubes AS diterima oleh Bawaslu Sabu Raijua.

Mantan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) itu mengatakan bahwa koordinasi yang dilakukan dengan KPU dan Bawaslu Sabu Raijua itu dalam hal pengumpulan alat bukti untuk menentukan apakah yang bersangkutan melakukan pelanggaran secara pidana atau tidak.

"Ya kami kumpulkan bukti-bukti dulu untuk memastikan ada unsur pidananya atau tidak dalam kasus ini, untuk kemudian ditangani lebih lanjut," katanya.

--page

Hasil koordinasi akan menentukan kasus bupati terpilih Orient Riwu Kore ini akan ditangani oleh Polda NTT atau oleh Polres Sabu Raijua yang terletak di bagian selatan NTT itu.

Bawaslu Sabu Raijua, NTT, telah menerima konfirmasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS bahwa bupati terpilih Sabu Raijua Orient Riwu Kore masih berstatus warga negara Amerika Serikat (AS).

"Pihak Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan membenarkan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS," kata Ketua Bawaslu Sabu Raijua, Yugi Tagi Huma.

Pihaknya sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan Imigrasi Pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS.

Bawaslu Sabu Raijua juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan itu kepada KPU untuk kemudian menanggapi masalah ini.

--page

Saat pilkada pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukan berkewarganegaraan Indonesia.

"Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tapi akhirnya ditetapkan juga," katanya.

Bahkan Bawaslu Sabu Raijua bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Kota Kupang untuk memastikan kewarganegaraan Orient. Menurutnya Bawaslu sudah menyelidiki dugaan kewarganegaraan Orient itu sejak awal Januari 2021.

Pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Kedubes AS di Jakarta sejak awal Januari. "Namun baru ada konfirmasi dari Kedubes AS di Jakarta pada Selasa 2 Februari 2021 setelah penetapan bupati terpilih," ujarnya.

ANTARA