SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kondisi abrasi di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin parah. 

Bahkan tidak hanya rumah warga yang hancur akibat abrasi, namun sebuah musala yang berada dekat dengan kubah atau makam ulama juga terkena imbasnya. 

Kondisi musala tersebut saat ini sudah rusak di bagian baratnya. Akibatnya, rumah ibadah itu tidak bisa digunakan lagi. 

"Bangunan musala di kubah itu tidak bisa digunakan lagi karena sebagian sudah runtuh akibat abrasi tersebut," ujar Camat Teluk Sampit Juliansyah, Rabu, 03 Februari 2021. 

Dia menjelaskan, abrasi terjadi karena di sekitar kubah dan tempat ibadah belum ada dibangun tanggal. Sehingga, ombak laut langsung menabrak pantai tersebut. 

--page

Jarak antara perkampungan warga di Desa Ujung Pandaran menuju kubah sekitar 2,5 kilometer. Saat ini, jalan menuju kubah dari desa sudah terputus karena disapu abrasi. Untuk mencapai Kubah, harus menggunakan kelotok. Ruas jalan yang parah dan putus akibat abrasi jaraknya sekitar 900 meter. 

"Apabila tanggul penahan ombak tidak segera dipasang di sekitar kubah, diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan abrasi juga akan merusak bangunan kubah tersebut," terang Juliansyah. 

Kubah merupakan salah satu objek wisata religi yang ada di Desa Ujung Pandaran. Setiap tahun, ribuan peziarah datang ke tempat ini. Peziarah tidak hanya dari Kalteng, tetapi juga banyak yang berasal dari Kalimantan Selatan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)