BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan berdasarkan data yang dihimpun BPS pada tahun lalu, ada beberapa komoditas utama yang diimpor oleh Kalteng.
Komoditas utama tersebut berdasarkan data pada Desember 2020 yaitu bahan bakar mineral berupa aspal sebesar US$ 1,84 juta, binatang hidup jenis lembu US$ 0,77 juta, berbagai produk kimia berupa katalisator US$ 0,21 juta, dan mesin atau pesawat mekanik berupa mesin untuk mengisi, menutup, menyegel atau memasang label pada botol, kaleng, kotak, kantong atau kemasan lainnya dan pembaca bar code senilai US$ 0,06 juta.
"Jika dibandingkan nilai impor pada November 2020, terjadi peningkatan impor pada Desember 2020 untuk seluruh golongan barang kecuali mesin atau pesawat mekanik yang mengalami penurunan senilai 91,43 persen atau US$ 0,64 juta," ujarnya. Kamis, 4 Februari 2021.
Sementara itu, impor bahan bakar mineral mengalami kenaikan senilai US$ 1,04 juta atau 130,00 persen, binatang hidup senilai US$ 0,77 juta, berbagai produk kimia senilai US$ 0,14 juta atau 200,00 persen, logam dasar lainnya senilai US$ 0,05 juta, produk industri farmasi senilai US$ 0,04 juta, dan golongan barang lainnya senilai US$ 0,03 juta atau 300,00 persen.
"Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, selama Desember 2020 terjadi peningkatan nilai impor untuk hampir pada seluruh golongan barang, kecuali mesin atau pesawat mekanik dan golongan barang lainnya yang mengalami penurunan masing-masing senilai US$ 0,27 juta atau 81,82 persen dan US$ 0,93 juta atau 95,88 persen," terangnya.
--page
Dia melanjutkan, untuk impor binatang hidup mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 0,77 juta diikuti bahan bakar mineral senilai US$ 0,43 juta atau 30,50 persen, dan berbagai produk kimia senilai US$ 0,21 juta.
Disampaikannya juga, selama Januari sampai Desember 2020, impor seluruh komoditas di Kalteng mengalami penurunan senilai US$ 36,07 juta atau sekitar 52,31 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kecuali logam dasar lainnya dan produk industri farmasi yang mengalami kenaikan masing-masing senilai US$ 0,05 juta dan US$ 0,04 juta.
"Dilihat dari peranannya, kontribusi tertinggi berasal dari kelompok bahan bakar mineral yakni senilai US$ 14,61 juta atau 44,42 persen terhadap total impor. Kemudian impor mesin atau pesawat mekanik menempati urutan kedua dengan nilai kumulatif senilai US$ 9,97 juta dan berkontribusi 30,31 persen terhadap total impor," tukasnya. (DONNY D/B-7)









