BORNEONEWS, Sampit - Ratusan meter jalan menuju kubah ulama di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terputus akibat dihantam abrasi.
"Kisaran jalan yang terputus tersebut sekitar 800 meter hingga 900 meter," ujar Camat Teluk Sampit Juliansyah, Jumat, 5 Februari 2021.
Terputusnya jalan menuju kubah tersebut mengakibatkan warga yang ingin melaksanakan ziarah harus menggunakan perahu kelotok, karena tidak bisa lagi dijangkau menggunakan jalur darat.
"Harus pakai kelotok, tidak bisa melalui jalur darat, karena terputus jalannya," kata Juliansyah.
Dia melanjutkan, putusnya jalan itu juga memakan korban. Yakni seorang perempuan, warga Desa Ujung Pandaran yang terbawa arus, saat memaksakan melintas di jalan yang putus itu.
--page
"Putusnya jalan akibat abrasi. Sehingga, jika tidak segera dipasang tanggul, maka dampaknya cukup besar dan bisa saja merambah ke kubah tersebut," terang Juliansyah.
Abrasi itu turut mengakibatkan musala rusak parah. Akibatnya, musala tidak bisa digunakan lagi untuk beribadah karena sangat membahayakan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









