BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengakui masih ada petani yang berharap bisa mengembangkan padi lokal di kawasan Food Estate Kalteng.
“Terkait petani yang ingin menanam padi lokal itu kita maklumi. Yang namanya teknologi perlu waktu sampai bisa diterima masyarakat,” kata Sekretaris Itjen Kementan RI, Bambang, Jumat, 5 Februari 2021.
Menurut Bambang, perlu dukungan media, pemerintah daerah (pemda), dan semua jajaran untuk bisa membantu memberikan kesadaran ke petani.
“Terutama terkait tujuan pemerintah, presiden, menteri, dan gubernur semuanya itu untuk kebaikan peningkatan produktivitas,” terangnya.
Seperti petani yang awalnya menanam padi hanya sekali setahun bisa menjadi dua kali. Bahkan bisa tiga hingga empat kali dalam satu tahun.
Kemudian tanah persawahan masyarakat yang terlantar dan dibiarkan, pemerintah hadir memberikan peningkatan dengan program pengolahan.
--page
“Diatur pola tanam dengan menggunakan teknologi yang baik. Ini semua untuk kebaikan masyarakat Kalteng,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/B-11)









