BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Sejumlah pejabat dan tenaga kesehatan di Barito Selatan mulai disuntik vaksin covid-19. Saat observasi, sejumlah pejabat itu menyampaikan efek samping vaksin.

"Alhamdulillah vaksinasi covid-19  berjalan lancar. Berdasarkan pemantauan yang kita lakukan efek samping berdasarkan, keluhan mereka hanya sedikit mengantuk dan nyeri di bekas suntikan,” kata Kepala Puskesmas Buntok, Zulfantri, Jumat, 5 Febuari 2021.

Ia menjelaskan, efek samping tersebut muncul 30 menit pertama setelah disuntikannya vaksin covid-19 merk sinovac itu. Efek tersebut tidak berbahaya. Itu hanya respon tubuh karena benda asing masuk. Dan wajar kalau ada nyeri pada otot tempat disuntikan vaksin.

Kemudian, reaksi lain setelah vaksin disuntik dan beredar didalam tubuh hanya sedikit mengantuk dan bukan mengantuk berat.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap pejabat dan tenaga kesehatan yang telah disuntik vaksin dalam kegiatan pencanangan vaksinasi pada 2 Februari 2021 lalu.

"Kita juga sudah memberikan nomor telepon dan kadang menghubungi pejabat maupun tenaga kesehatan yang telah divaksinasi,” ucap dia.

Jadi, sambung dia, vaksin covid-19 jenis sinovac ini aman. Karena hanya ada efek samping yang ringan-ringan saja dialami penerima.

--page

Bupati Barsel juga telah memberikan contoh sebagai orang pertama disuntikkan vaksin covid-19. Ini merupakan ajakan dan contoh yang sangat berpengaruh kepada masyarakat.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar mau divaksinasi, sebab vaksin ini aman dan halal, ini demi kebaikan bersama.

Ia membeberkan, respon tubuh orang yang belum divaksin dengan orang yang sudah divaksin terhadap virus corona tentunya berbeda.

"Kalau orang yang belum divaksin, tubuhnya akan memerlukan waktu antara 2 pekan hingga satu bulan dalam mengatasi virus yang masuk ke tubuh," kata dia.

Selama itu,itu kondisi tubuh akan terjadi kontraksi organ, sehingga bisa menyebabkan orang meninggal dunia.

"Hal itu karena tubuh orang yang belum divaksin terlalu lambat dalam mengatasi sehingga terjadi kontraksi organ dan pada akhirnya bisa meninggal dunia," terang Zulfantri.

Sedangkan orang yang sudah divaksin, meskipun terjadi peradangan, namun memerlukan waktu tiga hari dan bahkan kurang dari waktu itu tubuhnya dapat mengatasi virus. Sebab begitu virus masuk, antibodi sudah langsung mengenal dan merespon serta melawannya. (URIUTU DJAPER/B-11)