SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Setelah divaksinasi covid-19 sejak tanggal 1 Februari 2021, unsur Forkopimda Kabupaten Sukamara yang mendapatkan vaksin, hingga saat ini tidak mengalami gejala berat.

"Sampai dengan hari ini, kita belum ada menerima laporan terkiat gejala-gejala yang ditimbulkan setelah vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara, Ari Junita, Senin, 8 Februari 2021.

Menurut Ari, gejala-gejala yang dirasakan setelah vaksin hanya ringan-ringan saja, seperti mengantuk, pegal-pegal dibagian tangan yang menerima suntikan vaksin dan lainnya, dan hal tersebut dianggap tidak ada masalah.

"Itu saja yang kita terima, untuk laporan lainnya tidak ada, mudah-mudahan tidak ada gejala-gejala lainnya, semua bisa berjalan baik," harapnya.

Air menuturkan, bahwa unsur forkopimda dan juga tenaga kesehatan yang menerima suntikan vajsin akan terus dilakukan pemantauan untuk melihat reaksi dari vaksin tersebut.

--page

"Kita pantau terus, karena kita memang ada Pokja IVI yang akan memantau apakah ada dampak vaksinasi yang berat dan ringan. Tetapi keluhannya itu ya cuman pegal dan ngantuk saja," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan evaluasi, apakah kuhan lelah dan mengantuk yang dirasakan memang efek dari vaksin atau penerima vaksin tersebut memang dalam kondisi kesehatan kurang sehat. (NORHASANAH/B-5)