PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk tingkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) rencananya teknologi aspal karet akan digunakan agar kualitas jalan bisa bertahan lama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Juni Gultom menjelaskan hal tersebut usai rapat yang digelar PUPR Kobar, Senin, 8 Februari 2021.

Juni Gultom menjelaskan, teknologi aspal karet yang bakal diterapkan pada infrastruktur jalan merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas jalan.

"Salah satu alasannya karena kualitas jalan bisa lebih tahan lama. Selain itu,  produksi komoditas karet di kobar mencapai angka 9 ribu ton per-tahun. Harapannya teknologi ini mampu meningkatkan permintaan pasar dalam komoditas karet lokal," jelas Juni Gultom.

Menurut Juni Gultom, menurut arahan Bupati Kobar  agar teknologi aspal karet itu bisa dikembangkan di Numi Marunting Batu Aji,  sudah dijajaki perjanjian  kerjasama atau MoU dengan pihak penyedia lateks di Bogor. 

--page

"Harapannya nanti teknologi terssbut bisa dikembangkan di Kabupaten Kobar Rencananya untuk tahap uji coba pihaknya akan menggunakan lateks yang sudah digunakan," jelas Juni Gultom. 

Setelah itu diterapkan, lanjut Juni Gultom, kemudian diupayakan penyerapan karet dari para petani.

“Diharapkan nanti sekitar 25 sampai 30 persen dari produksi karet Kobar bisa diserap oleh teknologi aspal karet pada tahun 2022,” jelas Juni Gultom. (WAHYU KRIDA/B-5)