SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga keturunan Tionghoa di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini bersiap menyambut Hari Raya Imlek. Salah satunya dengan melaksanakan pembersihan vihara dan rumah mereka. 

"Imlek jatuh pada 12 Februari 2021. Tradisi kami, sebelum merayakan, kami lebih dulu melaksanakan pembersihan rumah ibadah dan rumah pribadi," ujar Pratiwi, salah seorang waega Tionghoa di Sampit, Senin, 8 Februari 2021. 

Pembersihan yang dilakukan pihaknya cukup berbeda. Karena menggunakan sapu yang terbuat dari daun bambu dan ilalang. Hal itu dilakukan, guna mengikuti tradisi leluhur yang terus dilaksanakan oleh keluarganya. 

"Warga Tionghoa melaksanakan tradisi ini karena percaya membuang sial dan juga simbol pembersihan diri, fisik, dan batin jelang Imlek," kata Pratiwi. 

Pada hari raya Imlek nantinya, pihaknya tidak akan lagi melakukan pembersihan rumah. Itu karena dipercaya dapat mengusir keberuntungan yang hadir pada hari Imlek. 

--page

Selain itu, pembersihan rumah tersebut sama seperti halnya umat agama lain saat menyambut hari raya. Salah satu tujuannya agar para tamu yang datang ke rumah bisa merasa nyaman dan tenang. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)