BORNEONEWS, Pulang Pisau – Setelah dilakukan pencarian, El Janah (10), sang penyelamat adiknya yang hanyut di sungai ditemukan dalam kondisi tewas mengapung di DAS Kahayan Muara Desa Belanti II.
Saat dikonfirmasi melalui pesan whatshapp, lusa lalu, Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kapolsek Pandih Batu, Ipda Agoes SP membenarkan bahwa korban tenggelam El Janah berhasil ditemukan di sekitar DAS Kahayan Muara Desa Belanti, Senin 8 Februari 2021 sekitar pukul 15.23 wib.
”Upaya pencarian korban tenggelam bernama El Janah hari ini membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan mengapung di DAS Kahayan Muara Belanti II pada Senin sekitar pukul 15.23 wib,” kata Kapolsek Pandih Batu Ipda Agoes SP.
Jenazah ditemukan pertama kali oleh Putra dan kawan-kawan yang melintas menggunakan kapal dari Bahaur menuju Belanti membawa buah sawit.
Saat itu Putra dan kawan-kawan langsung melaporkan penemuan jasad Al Janah ke pos pencarian korban. Jenazah telah dievakuasi tim pencarian gabungan, Satpolair Polres Pulang Pisau.
--page
Ia menambahkan pencarian korban yang tenggelam di DAS Kahayan, Minggu (7/2/2021) itu melibatkan 46 personel.
"Jarak Lokasi penemuan Dari lokasi kejadian sekitar 25 km. Korban telah diserahkan ke rumah Duka," ungkapnya singkat.
Seperti diketahui, Usai berhasil menyelamatkan Marsel (7) yang hanyut ke tengah saat mandi di lanting Das Kahayan Desa Dandang RT 06 kecamatan Pandih Batu kabupaten Pulang Pisau, Al Janah (10) jusru terseret derasnya arus sungai dan tenggelam.
Kronologi bermula pada saat korban bernama Al Janah (10) mandi bersama temannya Marsel (7) di lanting Das Kahayan Desa Dandang RT 06 kecamatan Pandih Batu kabupaten Pulang Pisau, Minggu 7 Februari 2021 sekitar 06.30 wib.
Korban melihat temannya Marsel yang baru bisa berenang hanyut kearah tengah sungai, selanjutnya korban berusaha menolong Marsel. Namun, setelah berhasil menolong Marsel, korban langsung tidak kelihatan lagi. Korban diduga tenggelam terbawa derasnya arus sungai. (ang)








