BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas, Prof Reni Mayerni menyampaikan Perkembangan Konsumsi Domestik Kelapa Sawit 2015-2020 dalam webinar nasional Strategi Penguatan Kebijakan Pengelolaan Sawit Secara Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat dalam Rangka Ketahanan Nasional yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Rabu, 10 Februari 2021.
"Tahun 2020, konsumsi domestik kelapa sawit sekitar 48.58% untuk makanan sedangkan sumber energi terbarukan atau biodiesel baru 41.65%," kata Prof Reni.
Membawa materi "Menjaga Kedaulatan Negara Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Terbarukan", Prof Reni menyebut dibandingkan 2019, konsumsi domestik untuk sumber energi terbarukan atau biodiesel tahun 2020 naik 24,3%.
"Kenaikan ini terjadi karena perubahan kebijakan dari B20 menjadi B30," tuturnya.
Secara umum, lanjutnya, konsumsi domestik kelapa sawit untuk biodiesel mengalami tren peningkatan.
"Selain itu, pada tahun 2019, sekitar 72.14% kelapa sawit Indonesia diekspor ke luar negeri. Sedangkan sisanya untuk konsumsi domestik dan stok. Ekspor produk kelapa sawit sekitar 20% dalam bentuk CPO (produk hulu), sedang sisanya 80% berupa produk hilir," bebernya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-11)








