SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pelaksanaan program plasma sapi yang akan dijalankan Sukamara Ranch kepada masyarakat baru bisa dilaksanakan dalam tahun ketiga.

"ini baru kita kembangkan. Hasilnya bisa kita petik di tahun ketiga. Harapannya anak sapi yang 50 persen betina dan 50 persen jantan bisa dikembangkan untuk plasma," kata Manajer Sukamara Ranch, Dwi Hartanto, Rabu, 10 Februari 2021.

Seperti di Sulung Ranch, maka program plasma sapi juga akan dijalankan di Sukamara dan akan diberikan kepada kelompok ternak.

"Di sini nanti, sapi yang betina yang sudah kita kawinkan itu akan kita bagikan kepada masyarakat, dalam hal ini kelompok tani," ujar Dwi.

Setiap kelompok tani yang terdiri dari 15 - 20 peternak akan diberi sebanyak 20 ekor sapi betina bunting yang aman setelah melahirkan. Anak dari sapi tersebut akan dibagi hasil.

"Untuk bisa mengikuti program plasma ini, syaratnya petani harus mempunyai kandang, kebun rumput, dan keterampilan dalam memelihara sapi," tuturnya.

Sementara untuk manajemen, obat-obatan, pakan tambahan nantinya akan diberi perusahaan dengan catatan ada perhitungan.

--page

"Program ini nantinya bersifat bagi hasil. Dalam prosesnya nanti kalau sudah umur samping itu bisa dijual ke perusahaan dengan harga mengikuti pasar saat itu. Ini tidak mesti harus dijual ke perusahaan, tapi terserah peternak," tukas Dwi Hartanto. (NORHASANAH/B-11)