PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program vaksin covid-19 di Kabupaten kotawaringin barat (Kobar) telah berlangsung sejak 2 Februari 2021. Namun hingha saat ini belum ada laporan gejala ikutan dari para penerima vaksin sinovac tersebut.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kobar, Rodi Iskandar mengatakan sampai saat ini sejak pencanangan vaksinasi dan sudah berjalan 10 hari belum ada laporan terkait KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi).

"Namun semua yang sudah mendapat vaksinasi selalu dipantau dan diminta melaporkan, apabila merasa mengalami kejadian ikutan atau efek sampingnya," ujarnya, Kamis 11 Februari 2021.

Sehingga melihat tidak ada gejala ikutan yang dialami penerima vaksin. Hal ini sudah jelas bahwa sesuai apa yang disampaikan oleh pemerintah bahwa vaksin aman. Diperkuat lagi oleh MUI jika vaksin sinovac ini halal.

"Untuk itu masyarakat jangan takut dan ragu terhadap vaksin. Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak benar sumbernya," ungkapnya.

--page

Rodi menyampaikan sesuai tahapannya yaitu di tahap 1 ini dengan sasaran tenaga kesehatan dan penunjang difasyankes. Sampai 9 Februari 2021 sudah ada 1.970 nakes dan petugas pendukung yankes telah divaksin.

"Adapun jumlah vaksin yang sudah diterima Dinkes Kobar 3.560 vial. Untuk yang sudah terpakai 1.820 Vial," tuturnya.

Diinformasikan, vaksinasi covid-19 akan dilaksanakan dalam 4 tahap. Yaitu tahap 1 dengan sasaran tenaga kesehatan dan penunjang difasyankes, tahap 2 dengan sasaran petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut, tahap ke 3 dengan sasaran masyarakat rentan, serta tahap 4 dengan sasaran masyarakat dan para pelaku ekonomi. (DANANG/B-6)