BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri mengikuti rapat konsultasi publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk Proses Penetapan Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan di Kalteng.
Sekda mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam diskusi bersama Sekretaris Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (RI) Marrahmat dari Ruang Rapat Bajakah kantor Gubernur Kalteng.
Marrahmat dalam diskusi lebih menekankan terkait cadangan Pangan Strategis Nasional Kebun dan Pabrik Singkong di Kalteng.
“Pembangunan kebun dan pabrik singkong di Kalteng adalah perintah presiden RI kepada menteri pertahanan untuk amankan cadangan pangan Nasional,” ungkap Marrahmat secara virtual melalui video conference, Kamis 11 Februari 2021.
Ia mengatakan target program singkong sebagai cadangan pangan adalah tersedianya cadangan pangan strategis nasional untuk 120 hari sebesar 10,2 juta ton karbohidrat.
--page
Pasokan Karbohidrat tersebut yang berupa tapioka dan MOCAF, peningkatan devisa negara senilai Rp26 trilyun per tahun, kemudian tersedianya bahan baku bioindustri senilai 62 trilyun per tahun.
“Termasuk juga tersedianya lapangan kerja baru sebanyak 67,4 ribu dan penguasaan ilmu dan teknologi bioindustri hulu-hilir 4 yang berbasis karbohidrat,” sebut dia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Nurul Edy dan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kalteng Vent Christway. (HERMAWAN DP/B-5)









