PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembatasan dan larangan pulang kampung saat liburan tahun baru Imlek 2021 dinilai tidak mengurangi hikmatnya kebersamaan.

Seperti yang diungkapkan oleh warga keturunan Tionghoa, Cece Aling. Ia mengaku masih bisa melakukan komunikasi secara virtual dengan keluarga di Pontianak.

“Sedih pasti iya. Tapi gimana memang Covid-19 seperti ini. Tapi ini tidak mengurangi hikmatnya perayaan Imlek. Kami masih bisa berkomunikasi secara virtual dengan keluarga yang ada di Pontianak,” sebut Cece Aling.

Hanya saja, lanjut dia, larangan berkumpul bersama keluarga membuat sedih anak-anak yang biasanya selalu berharap mendapatkan angpao saat berkunjung ke sanak saudara.

“Biasanya saat Imlek kami saling bertukar angpau. Karena tidak dapat berkumpul dengan keluarga, tradisi tersebut agak sulit untuk dilakukan,” tuturnya.

--page

Selain itu, tradisi cap go meh sebagai akhir perayaan Imlek yang biasanya identik dengan perayaan dan barongsai juga tidak bisa dilaksanakan. (HERMAWAN DP/B-7)