PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng mengatakan Indonesia tidak hanya menunggu impor bahan baku maupun vaksin jadi dari luar negeri. Indonesia berupaya melakukan riset Vaksin Merah Putih melibatkan lembaga penelitian dan universitas.

“Riset telah menunjukkan kemajuan dalam penemuan kandidat Vaksin Merah Putih dalam waktu dekat,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalteng Sugianto Sabran melalui Kabag Kehumasan, Agus Siswadi melalui rilisnya, Jumat, 12 Februari 2021.

Agus menjelaskan berdasarkan informasi dari Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi, Ali Ghufron Mukti, Vaksin Merah Putih yang dikembangakan berbasis virus covid-19 yang beredar di Indonesia.

Ada beberapa pusat penelitian, seperti di Lembaga Eijkman, ITB, UI, Unair, dan serta beberapa lembaga lainnya. Perkembangannya sampai saat ini dinilai sesuai target.

“Diperkirakan bulan Maret 2021 atau paling lambat bulan April 2021, kandidat vaksin akan diserahkan ke PT Bio Farma untuk diuji pada tahap selanjutnya,” tambahnya.

--page

Proses selanjutnya untuk menguji keamanan dan khasiat vaksin. Itu dilakukan uji pra klinik dengan hewan percobaan serta uji klinik I, II, dan III. Semua uji klinik itu harus ditempuh. Setelah itu, masuk proses untuk mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (HERMAWAN DP/B-11)