MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara mengusulkan penambahan luasan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

“Penambahan luasan yang kita usulkan kepada Kementan RI yakni sebanyak 2.000 hektar lebih, dari program sebelumnya yang hanya 1.000 hektar,” kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, Sabu, 13 Februari 2021.

Selain itu , kata dia, pihaknya juga mengusulkan program pembangunan pertanian di bidang perkebunan seperti peremajaan tanaman kakao dan kopi.

“Untuk percepatan sertifikasi/pelabelan bibit sawit yang digunakan untuk kegiatan PSR 2019, 2020 dan 2021 serta masih menunggu persetujuan final dari pimpinan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk Dinas Pertanian Barito Utara,” ungkapnya.

Disampaikannya pula, pada tahun 2021 ini, Dinas Pertanian Barito Utara mendapatkan dukungan berupa paket pestisida untuk pengendalian serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dari Balai PTPHP sebesar Rp 50 juta.

--page

“Walaupun di tengah keterbatasan anggaran yang ada akibat dampak refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Bantuan dan dukungan ini jelas sangat bermanfaat dan berarti bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian di Kabupaten Barito Utara,” terangnya. (RAMADHANI/B-7)