BORNEONEWS, Sampit - Evakuasi induk dan bayi orangutan di Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilakukan cukup alot. Petugas harus mengeluarkan 7 kali tembakan bius untuk membuat hewan dilindungi tersebut dapat diamankan.
"Kurang lebih 7 kali tembakan bius, namun hanya satu yang mengenai induk orangutan tersebut," ujar Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah, Minggu, 14 Februari 2021.
7 kali tembakan tersebut dilakukan, karena peluru bius ada yang mengenai dahan pohon, dan lepas. Hanya satu peluru saja yang mengenai badan induk orangutan tersebut.
"Cukup sulit melakukan tembakan bius, karena ada anak dipelukan induknya tersebut. Sehingga harus hati-hati," kata Muriansyah.
Setelah sekali mengenai tembakan bius tersebut. Barulah orangutan itu terjatuh dan menyangkut di dahan pohon. Hingga, petugas harus memanjat untuk mengevakuasi orangutan tersebut.
--page
Induk orangutan tersebut berumur 25 tahun dengan bobot 4,9 kilogram. Sedangkan anaknya berumur 3 tahun, dan berat badan 5 kilogram.
Evakuasi sendiri berjalan cukup lama, bahkan membutuhkan waktu hingga 2,5 jam. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









