PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perubahan jumlah dan persentase penduduk miskin tidak terlepas dari perubahan nilai garis kemiskinan (GK).

GK merupakan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan yang digunakan untuk mengklasifikasikan penduduk ke dalam golongan miskin atau tidak miskin.

"GK yang kita gunakan untuk menghitung penduduk miskin pada September 2020 yaitu Rp. 492.619 per kapita atau bulan," kata, Eko Marsoro, Selasa, 16 Februari 2021.

Dijelaskannya periode Maret 2020 sampai September 2020, GK naik sebesar 1,44 persen yaitu dari Rp 485.635 per kapita atau bulan pada Maret 2020 menjadi Rp 492.619 per kapita atau September 2020.

Diterangkannya juga bahwa dengan memperhatikan komponen GK, yang terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan gariskemiskinan non makanan (GKNM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan komoditi non makanan. Pada September 2020, sumbangan GKM terhadap GK yaitu sebesar 78,74 persen, sedangkan GKNM hanya 21,26 persen.

--page

"Di September 2020, komoditi makanan yang memberi sumbangan terbesar pada GK adalah
beras, yaitu sebesar 19,34 persen di perkotaan dan 23,84 persen di perdesaan," ujarnya.

Kemudian apabila ditinjau secara berurutan sepuluh komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar di perkotaan maka urutan pertamanya yaitu beras, diausul rokok kretek flter, daging ayam ras, telur ayam ras, mie instan, kue basah, gula pasir, cabai rawit, kopi bubuk dan kopi instan dan susu bubuk.

Sedangkan untuk perdesaan yaitu terdiri dari beras, rokok kretek flter, daging ayam ras, gula pasir, telur ayam ras, kue basah, mie instan, bawang merah, cabe rawit, dan roti.

Selain itu, komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar untuk GK adalah perumahan yakni 8,43 persen di perkotaan dan 8,5 persen di perdesaan.

Lalu jika dilihat secara berurutan lima komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar di perkotaan berturut-turut adalah perumahan, listrik, bensin, pendidikan, dan perlengkapan mandi. Sedangkan di perdesaan urutannya terdiri dari perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

--page

"Pada September 2020, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK
baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama. Beras memberi sumbangan terbesar dalam komponen komoditi penyusun GK yaitu 19,34 persen di perkotaan dan 23,84 persen di perdesaan," paparnya.

"Kemudian, rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua terhadap GK di perdesaan yaitu 13,55 persen dan di perkotaan 13,49 persen. Posisi ke tiga komoditi dengan kontribusi terbesar adalah daging ayam ras baik di pedesaan yakni 3,95 persen maupun perkotaan 5,99 persen," tambahnya.

GK per rumah tangga miskin (RTM) adalah gambaran besarnya nilai rata-rata rupiah minimum yang harus dikonsumsi oleh rumah tangga agar tidak dikategorikan miskin. Nilai ini merupakan hasil perkalian GK per kapita dengan rata-rata jumlah Anggota Rumah Tangga (ART) Miskin.

September 2020, secara rata-rata satu RTM di Kalteng memiliki 5,26 anggota rumah tangga. Artinya di Kalteng rata-rata banyaknya anggota dalam setiap rumah tangga sekitar 5 orang, sehingga GK RTM di Kalteng pada periode September 2020 adalah Rp 2.591.176 per RTM atau per bulan.

"Angka ini dihitung dari rata-rata ART dikalikan dengan GK di Kalteng. Jika dibandingkan dengan GK rumah tangga pada Maret 2020 sebesar Rp 2.491.308 per RTM atau bulan, maka pada September 2020 terjadi peningkatan GK rumah tangga sebesar Rp 99.868," pungkasnya. (DONNY D/B-6)