BORNEONEWS, Palangka Raya - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia menyerang berbagai lini termasuk sektor ekonomi. Salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat terdampak Covid-19 dengan bantuan subsidi upah (BSU).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Syahril Taringan mengatakan, BSU merupakan upaya pemeritah untuk membantu masyarakat pekerja.
“Sesuai pernyataan Menaker kemarin bahwa tahun ini rencananya BSU akan distop oleh pemerintah. Tapi belum ada keputusan final terkait hal tersebut. Karena rencana ini juga melihat kondisi perekonomian kita saat ini. Kalau masih belum pulih, tentu akan dipertimbangkan,” katanya, Selasa 16 Februari 2021.
Syahril menjelaskan jika perekonomian sudah pulih seperti sebelumnya, tentu bantuan BSU sudah tidak begitu diprioritaskan oleh pemerintah sehingga akan dihentikan.
Dengan melihat kondisi new normal saat ini, sebagian besar sektor ekonomi sudah mulai pulih, baik jasa, transportasi atau kuliner.
--page
Shahril mengatakan jika dilanjutkan kembali, nilai bantuan yang akan diterima masyarakat kemungkinan akan sama seperti tahun sebelumnya.
Setiap masyarakat akan mendapat bantuan secara bertahap senilai Rp600 ribu. Pendataan masyarakat penerima BSU ini pun melewati BPJS.
“Kalau terealisasi kembali mungkin akan sama seperti sembelumnya untuk jumlah bantuan yang diterima. Kalau tidak salah tahun kemarin bantuan yang disalurkan sekitar Rp600 ribu,” tuturnya
“Tetapi untuk kedepannya berapa kami belum tahu pastinya, karena belum ada keputusan yang pasti,” tambahnya. (HERMAWAN DP/B-6)









