BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya, Sumardi telah mengusulkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau BKPP untuk memasukkan para vaksinator rabies menjadi tenaga honorer.
"Melihat besarnya peran vaksinator rabies di Palangka Raya, maka kami mengusulkan agar para vaksinator ini dijadikan tenaga honorer saja, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari usulan ini," katanya,Selasa 16 Februari 2021.
Hal ini disampaikan Sumardi saat memimpin rapat koordinasi membahas program vaksinasi rabies untuk tahun 2021 yang dilaksanakan di kantor Distankepang Kota, Jalan G Obos XI Kota Palangka Raya.
"Kami mohon maaf kepada Vaksinator Rabies karena belum ada tanggapan lanjut mengenai status ini. Karena memang informasinya, jangankan penambahan, pergeseran posisi honorer pun belum bisa dilakukan saat ini. Tapi terus kami usahakan untuk menjadikan para vaksinator ini sebagai honorer Distankepang," tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono yang menyampaikan bahwa pengajuan ini sudah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.
--page
"Bahkan pihak BKPP Kota Palangka Raya mengatakan bahwa Distankepang ini paling sedikit mengajukan penambahan tenaga honorer, sedikit sekali tenaga honorer kita, padahal pemanfaatannya maksimal dan sangat besar. Seperti vaksinator rabies ini. Selama ini kita menyebutnya sukarelawan saja saking sangat sedikit yang bisa kami dari dinas berikan kepada mereka namun begitu besar kontribusi mereka untuk menekan angka kasus penularan rabies di Palangka Raya," tuturnya lagi.
Sementara itu Ertina, seorang relawan vaksinator rabies mengatakan bahwa jika memang diperkenankan, dirinya pun bersedia diangkat sebagai tenaga honorer bagi Distankepang.
"Kalau memang bisa diangkat jadi honorer ya syukur. Tapi kalaupun tidak, kami tetap iklas membantu melakukan vaksinasi keliling. Karena selama ini juga begitu. Kami niatnya adalah membantu agar kasus rabies di Kota Palangka Raya bisa berkurang bahkan bisa nihil sama sekali," tuturnya.
Ertina mengaku tetap mendapatkan honor dari Distankepang yakni sebesar Rp 500.000 untuk setiap 100 ekor hewan yang divaksin rabies.
"Honornya ada, Rp500.000 per 100 ekor hewan selama ini. Tapi kalau bisa dinaikkan menjadi honorer juga kami bersyukur, artinya ada perhatian khusus dari pemerintah untuk kami ini," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)









